Peni Cameron

Ketika menyebut perkembangan dunia animasi di Indonesia, pasti nama Peni Cameron akan muncul. Perempuan kelahiran Surabaya 13 September 1966 ini memang gemar sekali dengan dunia animasi. Sayangnya, di Indonesia sendiri dunia animasi justru didominasi dengan produk-produk animasi dari luar terutama Jepang, Korea dan Amerika Serikat.

 

Kelik Wicaksono

Sekitar tahun 2004, dunia animasi tanah air dihebohkan dengan munculnya sebuah film berjudul 'Homeland'. Film full animasi layar lebar tersebut adalah merupakan karya dari sekelompok anak muda dari Yogyakarta yang tergabung dalam studio Kasatmata. Dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada, film Homeland muncul di tengah industri animasi yang saat itu tengah mengeliat, menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi para pecinta animasi di tanah air.

 

 

Yudhatama

Ingat iklan susu kesehatan yang menampilkan naga muncul dari danau itu? Naga dan danaunya terbuat dari cairan susu. Sang naga meliuk-liuk keluar dari danau susu tersebut. TVC dengan efex liquid tersebut memakan waktu lama dalam proses pembuatannya, dan butuh keterampilan khusus dalam mengutak-atik teknik liquid yang memang terkenal njelimet, menyita waktu, butuh simulasi berulang-ulang dan haus dukungan hardware yang high end. Yudhatama, pria kelahiran Solo tahun 1979, adalah salah satu liquid artist yang menangani TVC CG tersebut. 

 

Eric Kawilarang (Epix Studio)

Nama Epix FX Animation Studio pasti bukan sesuatu yang asing di telinga praktisi animasi Indonesia. Studio animasi yang dulu berlokasi di dekat area jembatan semanggi, dan sekarang pindah ke area Kemang Jakarta Selatan ini, adalah salah satu studio animasi yang terbesar di tanah air. Sudah sangat banyak karya yang dihasilkan Epix studio, baik berupa TVC atau pun visual effect pada beberapa feature film. Dan perjalanan panjang sukses Epix studio tak terlepas dari satu nama yang ada di belakangnya; Eric Kawilarang.

 

Mike Wiluan, Managing Director Infinite Frameworks

Kabar gembira datang dari Batam. Sebuah perusahaan yang berbasis di Singapura, namanya Infinite Frameworks, membangun studio animasi di kawasan berikat itu. Lebih menggembirakan lagi, perusahaan itu membuka kesempatan kepada para artist animasi tanah air untuk bergabung sebagai animator kontrak. Tawaran bergabung itu gencar dilayangkan lewat iklan di media cetak dan mailing list. Sebuah peluang emas bagi anak negeri untuk terlibat dalam proyek berskala internasional.